Halo minna-san! Lama banget nih ga ngepost sesuatu ke blog ini.. hahahahaha
Eh kali ini aku mau cerita tentang pengalaman yang baru aja aku alamin beberapa jam yang lalu tentang sushi. Langsung aja ya? Hmmm
Jadi gini, ortuku kan pergi haji tuh, nah pas mereka haji, ayah, kakak laki-laki, sama kakak perempuan aku ultah. Jadi, hari ini dirayain bareng-bareng dengan cara makan-makan di resto yang dipilih sama kakak laki-laki aku. Di Sushi Tei.
Awalnya, mama yang notabene ga suka makanan jepang (terutama sushi) ga mau. Tapi ayah aku bilang dengan entengnya, "Ya udah, hayu aja. Kapan perginya? Nanti siang?" Yak, pukulan telak buat mama. Jadi, mau ga mau mama tetep setuju sama usulan kakak laki-laki aku.
"Tapi mama pengennya makan nasi." kata Mama.
"Sushi kan ada nasinya ma..." kata kakak perempuan aku
Ngeliat muka mama yang udah ga enak, akhirnya kakak laki-laki aku bilang, "Di sana juga ada ada nasi kok ma, ga cuma sushi doang. Western food juga ada kok."
Nah, baru deh muka mama jadi enakan.
Beberapa jam kemudian, aku sekeluarga udah duduk di salah satu meja--maksudnya kursi--di Sushi Tei. Terus kita pada mesen makanan. Kita liat-liat menu, terus mama langsung nanya, "Mana yang nasinya, De?"
Ya udah aku buka aja menunya dari paling belakang dan nemu banyak menu 'don'. "Nih ma, pake nasi semua."
"Bentar... Tapi kayanya ini mah rasanya kaya makanan jepang semua ya, De?" Gila, aku langsung sweatdrop denge pertanyaannya mama. Duh, mama saya gimana sih? udah tau resto jepang, masih juga ngomong gitu... -___-v
"Ya udah, coba cari yang lain dulu." kaya aku sambil buka-buka menu
Dan eh, nemu nasi goreng tuna gitu. "Nih ma, ada nasi goreng."
"Ya udah, mama pesen itu aja." kata mama *dengan suara yang yakin banget*
Aku sama kakak-kakak aku langsung sweatdrop. Gila, masa jauh-jauh ke Sushi Tei cuma buat makan nasi goreng? Mama yang aneh...
Aku mesen Tuna Cha Soba alias mi dingin yang disajiin pake tuna dan dikasih sedikit mayonaisse. Dan nyebelinnya makanan yang aku pesen datengnya paling akhir dooong.... rese banget. Nah, sebelum makanan pesenan aku dateng tuh, aku udah nyobain unagi sushi pesenan kakak perempuan aku, sushi-entah-apa-namanya pesenan ayah aku, sama nasi goreng pesenan mama aku, plus baby octopus yang rasanya uenak buangeeeet....
Terus, kita mulai makan. Dan minuman dateng.
(dengan skala 1-10)
Minuman pesenan aku, rasa: 9 (oke banget) penampilan: 8 (oke) komentar: enak buangeeet... sodanya pas, rasa buahnya pas, pokoknya semuanya pas!
Minuman pesenan kakak perempuan aku, rasa: 8 (oke) penampilan: 9 (oke banget) komentar: enak, tapi begitu sampai ke tenggorokan langsung ada rasa odolnya
Minuman pesenan mama aku, rasa: 7 (lumayan) penampilan: 8 (oke) komentar: kaya rasa nutrisari, tapi okelah...
Minuman pesenan kakak laki-laki aku, rasa: 2 (GA BANGET *tegas) penampilan: 8 (oke) komentar: GA ENAK BANGEEET!! Minumannya kaya meledak gitu pas di mulut. Mana wasabinya kerasa banget pula. Hueeek
-Minuman pesenan ayah aku, ga aku coba, soalnya aku ga mau ketularan flunya-
Selama makan, semuanya makan sushi. Ralat, semuanya makan sushi kecuali mama. Padahal, ayah aku aja, yang notabene ga suka sushi, masih mesen dan makan sushi. (Aneh? Yah, itulah ayah saya) Tapi mama sih... boro-boro, nyentuh aja ga mau.
Well, meskipun banyak yang terjadi pas di resto, kita semua tetep seneng. Soalnya jarang-jarang tuh aku sekeluarga bisa kumpul lengkap. Biasanya tuh kakak laki-laki aku pasti ga ikut, maklumlah... orang sibuk *jotosed*
Yak, itu aja deh kayanya yang mau aku post hari ini. Yosh, see ya!
--Wait... satu lagi,
GOGOGOGOGOGO INDONESIAAAA!!!! POKOKNYA HARUS MENANG DARI MALAYSIAAAA!!!
26/12/10
25/11/10
QL!!
Ayo~~ besok udah QL loooh....
Gogogogogo ANGKLUNGXII!!! (haha naoon sih?)
Semoga ga ada masalah yang parah banget.. (soalnya, personally, aku ngerasa kalau guru-guru tuh suka banget bilang ANGKLUNGXII troublemaker, padahal masih ada angkatan yang jauuh lebih parah dari ANGKLUNGXII)
Semoga nanti ga ada ceramah yang bikin males (walaupun aku ragu sama hal itu)
Semoga nanti ketua PROSPEK sama PENSI yang kepilih tuh yang terbaik... (amiiin)
Well, semangat buat ANGKLUNGXII! Love you all! :*
Gogogogogo ANGKLUNGXII!!! (haha naoon sih?)
Semoga ga ada masalah yang parah banget.. (soalnya, personally, aku ngerasa kalau guru-guru tuh suka banget bilang ANGKLUNGXII troublemaker, padahal masih ada angkatan yang jauuh lebih parah dari ANGKLUNGXII)
Semoga nanti ga ada ceramah yang bikin males (walaupun aku ragu sama hal itu)
Semoga nanti ketua PROSPEK sama PENSI yang kepilih tuh yang terbaik... (amiiin)
Well, semangat buat ANGKLUNGXII! Love you all! :*
SB, temennya JB (naon sih? ga nyambung)
Judul post ini emang rada(baca:sangat) ngawur. Masa SB (Sangat Bete) jadi temennya JB(Jajan Baso)? Kan ngaco... -__- Ah sudahlah... dari pada tambah ngaco, mending langsung aja ke intinya.
Aih entah kenapa akhir-akhir ini aku bt banget sama guru-guru... Ah terserah deh.
Tapi gila juga ya... Aku nge-post posting ini pas hari Kamis, tanggal 251110--Hari Guru. Ironi? Hahahaha lucu
Aih entah kenapa akhir-akhir ini aku bt banget sama guru-guru... Ah terserah deh.
Tapi gila juga ya... Aku nge-post posting ini pas hari Kamis, tanggal 251110--Hari Guru. Ironi? Hahahaha lucu
16/11/10
Intrupsi!! Point of Ga Penting!
http://neomurasaki.blogspot.com/
Itu link ke blog aku yang satu lagi! Isinya fanfic semua.. Follow ya! :D
Itu link ke blog aku yang satu lagi! Isinya fanfic semua.. Follow ya! :D
15/11/10
Hmmm Nothing
Halo! Sebenernya post ini mau aku post pas hari kejadiannya, tapi yah, apa boleh buat, modemnya kesamber petir sih...
Hmm langsung aja. beberapa hari yang lalu--kalo ga salah sih hari Senin tanggal 081110--
Kasian banget si Mpit.. Soalnya matanya 'kelempar' lakban sama si Fikri. Kasian bangetlah, kelopak matanya sampe bengkak. Udah gitu dua hari kemudian ga masuk gara2 ke dokter. Watir pisan.. Yah, untungnya sekarang udah sembuh.
Kalo ga salah sih seminggu yang lalu, hari Rabu tanggal 101110, Bu Ati ngambek sama anak-anak IXB. Yah, aku akui sih kita emang ribut, tapi toh ga ribut-ribut amat kok, dan Bu Atinya juga biasa aja. Terus beberapa menit abis bel jam pelajaran pertama, Bu Ati bilang "Sok sekarang kalian ke kelas aja." (waktu itu kita lagi pada di lab biologi, soalnya Bu Ati presentasi pake powerpoint) Terus kan kita pada bingung, eh tiba-tiba si Fikri langsung nyelonong pergi keluar. Udah gitu Bu Atinya keliatan tambah bt, terus keluar dari lab. Begitu Bu Ati keluar, dengan tiisnya si Fikri masuk lagi ke lab sambil bilang "Eh, Mirror perginya pake truk!" omfg! emang penting ya? Udah gitu kita semua pada ke VIIA buat minta maaf ke Bu Ati. Meskipun Bu Ati bilangnya udah maafin, tapi Bu Ati juga bilang "Ibu mah ga bakal ngajar lagi di IXB. Sok sekarang kalian ke kelas, belajar sendiri."
JDEEEER!!! Gila! Kita pada kaget banget. Setelah minta maaf berulang kali, akhirnya Bu Ati ngusir kita dan kita balik ke kelas.
Masih di hari yang sama, Rabu 101110, pelajaran B.Inggris. Bu Tanti marah-marah gara-gara kita pada ke toilet waktu ganti pelajaran (yan ada di kelas hanya sekita 7 orang--sepertiga dari jumlah harusnya). Well, kita toh emang pada dasarnya kita ga suka sama Bu Tanti. Apalagi waktu Bu Tanti nagihin 5.000 ke anak-anak yang ga bawa kertas Ma Liang.
Besoknya, Kamis 111110, awalnya biasa aja. Tapi waktu pelajaran Geo, Bu Evie nasehatin kita sampe kurang lebih 40 menit. Wew... alhasil ga ada yang presentasi hari itu.
Little Secret
.
LITTLE SECRET
Presented by: Murasaki Sakura
.
Summary: Empat hal—seorang pemuda, seorang anak kecil, kematian, dan setelah kematian—, empat perasaan—iri, kagum, bersalah, dan bahagia—, dan satu orang. Summary macam apa ini?!!
Disclaimer: Persona 3 tetep punya ATLUS kok
.
.
SILVER FIST
Hei,
apa kau tahu?
Sebenarnya aku sangat iri padamu.
Kau begitu hebat, begitu percaya diri, dan begitu kuat.
.
Jika dibandingkan denganku?
Hahahaha malah hanya akan membuatku bertanya,
Sebenarnya untuk siapa kugunakan kekuatanku?
.
Hei,
apa kau tahu?
Aku pun sangat mengagumimu.
Kurasa, bila kau tahu siapa sebenarnya aku,
maka kau hanya akan tertawa dan meninggalkanku.
.
Karena itulah aku selalu mengenakan topeng ini dihadapan semua orang
Karena untuk melindungi diriku yang lemah dengan sebuah kebohongan
.
Hei,
apa kau tahu?
Meskipun aku iri sekaligus kagum padamu,
aku selalu senang menjadi sahabatmu
.
BROWN LITTLE BOY
Mata anak itu selalu mengingatkanku pada hal yang paling tak ingin kuingat.
Ya, kebodohanku sendiri.
Membuatku mengingat betapa lemahnya diriku.
Dan aku sangat membenci itu
.
Meskipun perasaan bersalah selalu menggerogoti hatiku,
Aku sama sekali tidak bisa mengatakannya padamu karena diriku yang seorang pengecut
.
Meskipun hanya satu kata,
tapi mengapa begitu sulit?
.
Hari itu,
Sudah kuputuskan bahwa aku harus mengakhiri perasaan ini.
Akan kubiarkan kau membunuhku.
Karena aku tahu, hanya hal itulah yang dapat membuatmu tenang.
.
Maafkan aku
.
LAST FULLMOON
Angin malam yang begitu menusuk,
Hawa membunuh yang begitu mencekam,
Sinar rembulan yang begitu hampa,
Tak membuatku mengurungkan niatku.
.
Aku tahu,
Hari ini adalah hari pembalasan bagimu padaku.
Dan aku menerimanya.
Karena aku tahu, aku memang bersalah padamu.
.
Tapi, takdir berkata lain.
Ternyata nasibku bukanlah mati di tanganmu,
Tapi mati di tangan lelaki itu.
.
Takdirku bukanlah mati karena ketajaman tombakmu,
Tapi karena pelurunya yang begitu cepat menembus diriku.
.
Tapi, pada akhirnya aku bisa lega.
Karena satu-satunya hal yang bisa menebus dosaku telah tercapai,
.
Ya, kematianku.
.
FOREVER
Putih.
Yang kuingat adalah putih.
Karena semua menjadi putih di pandanganku saat itu.
.
Seruan-seruan yang begitu kukenal terus memanggilku di kejauhan.
Rasanya ingin kujawab seruan mereka,
kugapai tangan-tangan mereka,
kuhampiri mereka.
.
Tapi kurasa mustahil.
Karena saat ini, aku sudah mati.
.
Entah sudah berapa lama aku memandangi kalian semua dari sini
.
Saat kalian menangis untukku,
saat kalian berjuang melawan shadow,
saat kalian bahagia akan kemenangan,
.
Ah, senandainya aku bisa bersama kalian lagi…
Seandainya aku bisa tetap bersama kalian…
.
Satu hal yang ingin kuucapkan,
Terimakasih teman-teman,
Aku tahu kalian tidak akan melupakan aku
Dan aku pun tidak akan melupakan kalian
Selamanya…
.
.
WAKS!! APA-APAAN INIII?!!! GYAAAAAAAAAAH!!
Gomen ne… Otak Saku lagi error nih gara-gara makan ramen yang pedesnya setengah mati… Makanya jadi bisa bikin yang beginian.
Eh ada yang bisa ngerti maksud dari fic ini? Kalau ada, hebat. Soalnya Saku sendiri agak ga ngerti. -__-
Behind the Mirror chapter: IV
.
Summary: Apa kau tahu apa yang ada di balik cermin? Ketika kau tahu, bisakah kau mengingkarinya? CHAPTER IV: REFLECTIONS AND SHADOWS: …Kau adalah aku, aku adalah kau. Kita adalah satu…
Disclaimer: Vocaloid belongs to Yamaha Corp.
.
BEHIND THE MIRROR
.
.
Aku ingin menjadi lebih kuat!
Aku ingin menjadi lebih hebat!
Aku ingin bisa melindungi orang-orang yang kusayangi!
Aku ingin dunia melihatku!
.
Murasaki Sakura Presents:
BEHIND THE MIRROR
CHAPTER IV: REFLECTIONS AND SHADOWS
…Kau adalah aku, aku adalah kau. Kita adalah satu…
.
Matahari bersinar sangat cerah di luar sebuah pondok kecil. Meskipun begitu, angin berhembus cukup kencang, membuat para penghuni pondok itu sama sekali tidak merasa kepanasan. Sembilan orang tengah mengerjakan berbagai aktivitas di dalam pondok itu. Ada yang sibuk bertengkar, ada yang sibuk melamun, ada yang sibuk membuat minuman, dan ada juga yang sibuk saling memerhatikan.
“Silahkan tehnya,” kata seorang gadis berambut hitam yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi sembilan gelas teh hangat
“Terimakasih,” kata seorang remaja berambut aqua, Mikuo
Seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan gadis berambut hitam tadi langsung meletakkan gelas-gelas berisi teh hangat itu di meja kayu yang ada di tengah-tengah mereka semua. Kaito langsung mengambil gelasnya dan menyesap isinya. “Hei, teh ini enak!” katanya
“Benarkah? Terimakasih,” gadis berambut hitam tersenyum manis
“Sama-sama.” Kaito membalas senyumannya. Tiba-tiba Kaito merinding. Dia merasa ada aura pembunuh di dekatnya.
“Hei, tak usah genit-genitan segala dengan Rui. Bisa-bisa kau dibunuh,” bisik pemuda berambut merah yang sangat mirip dengan Kaito
“Ha? Apa maksudmu?” tanya Kaito kebingungan, tapi pemuda itu masih bisa merasakan aura pembunuh yang makin memancar. Kaito merasakan tatapan menusuk dari sampingnya. Lalu dia pun menoleh ke arah sumber tatapan itu. Dilihatnya anak lelaki berambut hitam yang mirip dengan gadis berambut hitam itu tengah menatapnya dengan pandangan membunuh. Kaito juga dapat merasakan aura pembunuh yang dirasakannya juga berasal dari anak lelaki itu
“Rei!” panggil gadis berambut hitam. Suara gadis itu sukses membuat si pemilik nama sedikit terlonjak. “Jangan menakut-nakuti Kaito,” lanjut gadis itu
“Huh!” anak lelaki itu hanya mendengus sambil membuang muka
“Maaf ya, kadang-kadang Rei bisa jadi menyebalkan seperti itu. Padahal biasanya tidak kok!” gadis itu membungkuk sedikit
“Tidak apa-apa,” Kaito tersenyum sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal
“Tunggu, rasanya tadi kau bilang ‘Jangan menakut-nakuti KAITO’” celetuk Mikuo. Remaja bermata aqua itu memberi penekanan pada kata terakhirnya
“Ya,” gadis itu mengangguk
“Dari mana kau bisa tahu nama Kaito? Padahal kami sama sekali belum memperkenalkan diri.” tanya Mikuo tajam
“Hahahaha tidak terlalu serius seperti itu, Mikuo. Santailah sedikit sepertiku!” kata pemuda berambut hitam yang sebagiannya dicat merah
“Kau juga tahu namaku?!” seru Mikuo
“Tentu saja, bodoh! Kami tahu semua nama kalian,” kata si rambut merah
“Tolong jelaskan apa yang terjadi di sini!” pinta Rin dengan tegas
“Sudah kuduga,” si rambut merah bersungut. “Tapi kurasa, dijelaskan pun tidak ada gunanya. Kalian tidak akan mengerti!” lanjutnya dengan nada meremehkan
“Apa kau bilang?! Kau pikir kami ini bodoh?!” Mikuo berdiri dari kursi tempatnya duduk dan menatap pemuda berambut merah itu dengan sengit
“Whoa whoa… Lebih baik kau tenang dulu. Tentu saja aku hanya bercanda,” pemuda berambut merah itu memperlihatkan cengiran jahilnya
“Sudahlah, Akaito, kurasa Tuan Mikuo sama sekali tidak suka dengan lelucon bodohmu!” lerai pemuda berambut hitam yang sebagian dicat merah. Pemuda berambut merah itu hanya mengedipkan sebelah matanya dan kembali menampakkan cengiran kudanya.
“Baiklah, kurasa kami harus memperkenalkan diri terlebih dahulu,” kata anak lelaki berambut hitam, Mikuo mengangguk tanda setuju
“Namaku Kagene Rei,” kata anak lelaki itu. “Dan ini kembaranku, Rui,” lanjutnya sambil menengok ke arah gadis berambut hitam yang berada di sebelahnya
“Aku Akaito!” pemuda berambut merah itu tersenyum
“Kalian bisa memanggilku Rook,” pemuda berambut hitam yang sebagian dicat merah
“Namaku Kagamine Len,” Len memperkenalkan dirinya
“Aku Kagamine Rin, kembarannya Len!” kata Rin ceria
“Hatsune Mikuo,” kata Mikuo dingin
“Aku adik Kak Mikuo, namaku Hatsune Miku” Miku membungkukkan badannya sedikit
“Dan namaku Shion Kaito!” Kaito menutup perkenalan
“Sudah kubilang, kami sudah tahu nama kalian!” pemuda berambut merah bernama Akaito
Tak ada yang menanggapi kata-kata Akaito. Mereka semua hanya diam di tempat, larut dalam pikiran mereka masing-masing. Mikuo mengedarkan pandangannya pada kedelapan orang yang berada di ruangan itu. Dan akhirnya memutuskan untuk membuka percakapan.
“Darimana kalian tahu nama kami?” tanya Mikuo
“Tentu saja kami tahu, karena kami ini kalian,” Akaito menjawab pertanyaan itu dengan santai. Tangannya dikaitkan di belakang kepalanya yang tertutup rambut merah
“Aku tidak mengerti…” kata Miku
“Kalian ingat darimana kalian masuk ke sini?” tanya Rook setelah menyeruput teh hangatnya
“Cermin…” gumam Rin
“Tentu saja, cermin! Itulah jawabannya!” Akaito menepuk puncak kepala Rin
“Tolong jelaskan! Aku masih tidak mengerti!” pinta Miku
“Tentu,” Akaito mengangguk. “Begini…”
“Kurasa akan lebih baik jika bukan kau yang menjelaskannya, Akaito.” sela Rook dengan sinis
“Apa maksudmu, Rook?” Kaito memberikan death glarenya pada Rook
“Biar aku saja yang jelaskan,” lerai Rei
“Silahkan,” Rook tersenyum. Rei menghela nafas, kemudian menganggukkan kepalanya.
“Kami menyebut dunia ini Hyuponia. Kalian, manusia, tidak mengetahui keberadaan kami dan dunia ini karena kami selalu menjaga portalnya agar selalu tertutup. Tapi karena suatu alasan, aku harus memanggil kalian ke sini.” mata kuningnya memandang lurus ke mata biru Len
“Kurasa itu sama sekali tidak menjelaskan apa-apa.” Mikuo melipat kedua tangannya di depan dada. Rei tersenyum sekilas
“Kalian tahu siapa kami?” tanya Rei
“Kau sendiri yang bilang kalau manusia tidak mengetahui keberadaan kalian dan dunia ini,” jawab Mikuo sinis
“Kami biasa disebut Reflection.” kata gadis bernama Rui
“Reflection?” tanya Rin
“Ya. Karena kami, yang hidup di Hyuponia adalah refleksi dari kalian, yang hidup di Dunia.” jelas Rui setelah meletakkan gelas berisi teh hangat di tangannya ke atas meja.
“Refleksi dari kami?” mata Mikuo sukses membulat mendengar penjelasan Rui
“Ya,” Rui mengangguk, “Bisa dibilang bahwa kami ini adalah perwujudan dari apa yang ada di hati kalian.” lanjutnya
“Lalu, apakah artinya kalian adalah perwujudan dari hati kami?” tanya Kaito
“Tepat sekali!” sahut Akaito ceria, “Apa kau bisa menebak dari hati siapa aku tercipta?” sambung Akaito
“Hatiku?” tanya Kaito
“Tepat!” seru Akaito sambil mengacungkan jempolnya
“Kalau begitu Rei dan Rui adalah perwujudan dari hatiku dan Rin?” tanya Len
“Benar sekali,” Rei mengangguk
“Apa? Berarti dia adalah perwujudan dari hatiku?” tanya Mikuo kaget, jari telunjuknya mengarah ke dada Rook
“Hahaha benar sekali, Tuan Jenius!” Rook menepuk puncak kepala Mikuo
“A-apa?!” Mikuo memberikan death glare-nya pada Rook
“Kalau begitu bagaimana denganku?” Miku menyela
“Ah, benar sekali! Di sini bahkan tidak ada reflection yang bisa menjadi perwujudan dari hati Miku!” seru Mikuo penuh kemenangan. “Coba jelaskan itu!”
“Aku sendiri tidak tahu soal itu. Tapi kita bisa mencaritahunya nanti, setelah kita menyelesaikan masalah yang akan kukatakan pada kalian.” Rei mengangkat kedua bahunya dan menatap mereka semua dengan tatapan serius
“Masalah?” tanya Miku
“Ya. Biar kujelaskan. Kami, yang hidup di Hyuponia terbagi atas dua golongan. Reflections, perwujudan dari hati manusia yang hidup di Dunia seperti kami, dan Shadows, Reflections yang kehilangan wujud aslinya di Dunia.” jelas Akaito
“Dalam setiap jiwa Reflections—atau sebutlah kami, kami mengetahui siapa sebenarnya wujud asli kami di Dunia meskipun wujud asli kami sudah meninggal. Tapi, berbeda dengan para Shadows. Mereka entah bagaimana melupakan wujud asli mereka sehingga mereka kehilangan kendali diri dan melakukan berbagai hal yang merugikan dan sulit dikendalikan.” sambung Rei
“Bagaimana kalau kita langsung ke inti permasalahan?” usul Kaito
“Masalahnya muncul sejak beberapa bulan yang lalu, sekumpulan Shadows yang dipimpin oleh seorang Reflection menyerang Kastil dan mengganggu kehidupan Hyuponia yang bisa dibilang cukup damai. Beberapa Reflections telah mencoba membuat aliansi untuk memerangi mereka, tapi usaha-usaha aliansi itu selalu gagal.” jelas Rei panjang lebar
“Jadi, maksud kalian memanggil kami kesini adalah untuk membantu kalian?” tanya Len yang menatap lurus ke mata Rei. Biru laut melawan kuning matahari.
“Ya,” Rei menganggukkan kepalanya
“Whoa kurasa ini bukan urusan mudah!” seru Kaito yang disambut anggukan setuju dari Mikuo
“Mungkin negerimu ini menderita karena si Reflection dan Shadows itu, tapi kurasa itu sama sekali bukan urusan kami. Karena kami sendiri sudah tinggal di dunia yang berbeda dengan kalian. Jadi urusan dunia kalian sudah bukan urusan kami.” sahut Mikuo
“Mungkin yang kau katakan ada benarnya, Tuan Jenius. Tapi apa kau lupa? Reflections adalah cerminan dari hati kalian, bagian dari hati kalian juga.” kata Rook sambil melipat kedua tangannya di depan dada
“Tapi… tetap saja kita tinggal di dunia yang berbeda!” seru Mikuo sengit
“Kak Mikuo, cukup!” lerai Len
“Benar, Tuan Jenius, cukup!” ejek Rook yang menirukan kata-kata Len
“Kau juga, Rook!” seru Akaito. Rook hanya terkekeh mendengar seruan Akaito.
“Jadi, apa kalian mau membantu kami?” tanya Rei. Suaranya memang seserius wajahnya, tapi jika kita menatap ke jauh dalam matanya, kita bisa melihat ada sedikit kesedihan yang tersirat di sana.
Len mengangguk, “Baiklah, kami akan membantu kalian,”
“Tunggu dulu Len! Apa maksudnya ini?!” tanya Mikuo, kemarahan terdengar kentara dalam suaranya
“Ya, kita akan membantu mereka,” Len mengulangi pernyataannya
“Aku tidak setuju! Lebih baik kita pulang sekarang!” teriak Mikuo yang langsung berdiri dari kursi yang didudukinya dengan wajah penuh amarah
“Apa kau tahu caranya?” tanya Akaito
“Tidak, tapi kalian pasti tahu!” Mikuo menuding Rei
“Kalau aku jadi kau, aku tidak akan seceroboh itu.” Rei berkata acuh tak acuh
“Apa maksudmu bocah?!” amarah Mikuo semakin memuncak
“Satu-satunya cermin yang bisa kau gunakan untuk kembali adalah Cermin Agung yang berada di Kastil yang dijaga ketat oleh puluhan bahkan ratusan shadows. Selain Cermin Agung, tidak ada cermin lain yang bisa kau jadikan jalan keluar dari Hyuponia.” jelas Rei tanpa bahkan memandang ke arah Mikuo. Mendengar itu, Mikuo hanya bisa berdecih kesal.
“Kurasa, sudah diputuskan bahwa kita akan berada di sini sampai Shadows yang menjaga cermin itu hilang.” Kaito menarik keputusan
“Ya, aku tidak keberatan dengan hal itu.” Miku mengangguk
“Sama sekali tidak!” Rin menggelengkan kepalanya kuat-kuat
Rui tersenyum lebar mendengar pernyataan Kaito, Rin, dan Miku. Sedangkan Rook dan Akaito hanya nyengir kuda seperti biasanya. Rei maju ke depan Len dan menjabat tangan remaja pirang itu.
“Terima kasih… Aku tahu kalian pasti bisa melakukannya.”
Len menyambut tangan Rei dan tersenyum.
Tapi masih ada satu hal yang mengganjal pikirannya, kata-kata Mikuo, ‘Di sini bahkan tidak ada Reflection yang bisa menjadi perwujudan dari hati Miku’.
Apa yang terjadi pada Reflection Miku?
.
.
TO BE CONTINUED
TO CHAPTER V: SHADOW AND THE PRINCESS
.
Halo minna-san! Apa kabar?
Gomen kalau updatenya luamaaaaaaaaaa buaaaaaanget dan chapternya pendek buaaaaaaaanget! Gomen banget yaa soalnya Saku sangat sangat sangat sibuk dengan urusan sekolah yang bejibun! Apalagi sekarang ini Saku udah kelas 9, jadi harus banyak belajar buat UN, belum lagi banyak tugas dan ulangan… Hhhh gomen ne…
.
Thanks for all READERS! Baik yang ngereview dan yang cuma jadi Silent Readers! Juga bagi yang udah mau nungguin fic ini update! THANKS FOR YOU ALL! :DDDD
Modem, Petir, Internet?! DUAAAR!!
GILA LAH! MODEM AKU KESAMBER PETIIIIIR!
Agh! Gara-gara itu aku jadi ga bisa internetan selama seminggu lebih!!
Agh! Gara-gara itu aku jadi ga bisa internetan selama seminggu lebih!!
06/11/10
QIS, Quantum Integrated Science
Huahahahaha kemaren, waktu pembahasan TO dari GO, ada selebaran tentang data diri gitu. Terus salah satu pertanyaannya: "Apakah Anda sudah mengikuti les?" jawabannya: "Tidak; Ya, di ...."
Iseng-iseng we aku tulis "Ya, di Quantum."
Iseng-iseng we aku tulis "Ya, di Quantum."
Naon lah
NAON PISAAAAAAAAAN PAPAN DADA AKU YANG PENUH GAMBAR DIRUSAK SAMA AYAH AKU DOOONG!!!!!!!!!!!!!!! NAON PISAN LAH!
Langganan:
Postingan (Atom)